Solo Sebagai Sentra Batik
Kota Solo dikenal sebagai Sentra Batik. Kota Solo juga dikenal sebagai tempatnya Saudagar Batik. Banyak merk Batik terkenal di Indonesia bahkan sampai Luar Negeri yang berasal dari Solo. Batik Danar Hadi merupakan Merk Batik paling terkenal di Kota Solo. Batik Danar Hadi menjadi Ikon Batik Kota Solo. Disamping itu di Solo juga terdapat Merk Batik yang terkenal antara lain Batik Keris, Batik Semar, Batik Putra Laweyan, Batik Gunawan, dan Batik RIA.
Selain itu, Kota Solo juga memiliki sentra industri Batik di dua daerah terkenal di Solo yaitu Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan. Dua daerah ini memiliki ciri khas batik yaitu Kampung Batik Laweyan motif batiknya cenderung berwarna cerah sedangkan Kampung Batik Kauman motif batiknya cenderung khas Keraton karena Letak yang dekat dengan Keraton Solo sehingga motif batik dipengaruhi oleh Keraton Solo.
Selanjutnya, Solo dikenal sebagai pasar batik terbesar di Asia Tenggara yaitu Batik Pasar Klewer. Banyak juragan batik berada di pasar klewer. Sehingga Pasar Klewer merupakan pasar fashion terbesar yang dimiliki Solo.
Belanja sambil Belajar Membatik.
Di kampung Batik Laweyan maupun Kauman banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang sedang asyik memilih batik atau sedang belajar membuat batik dari sang ahli.
Kampung Batik Laweyan
Saat memasuki kampung Batik Laweyan , nuansa jadul alias jaman dulu sangat kental terasa. Ini bisa dilihat dari bangunan-bangunan kuno berarsitektur Eropa: megah, kokoh, bertembok tinggi, serta memiliki lorong-lorong panjang yang mengular. Menurut sejarah, batik Laweyan ini dipelopori oleh Kyai Ageng Henis yang hidup pada abad ke-16, tepatnya pada masa Kerajaan Pajang.
Kampung Batik Kauman
Kampung Batik Kauman juga menjadi pusat batik tertua di Kota Solo. Berlokasi tidak jauh dari jalan utama Slamet Riyadi dan Jalan Rajiman. Akses menuju Kampung Batik Kauman dapat ditempuh dengan bus Batik Solo Trans (BST) dari Stasiun Balapan. Menurut sejarah Kampung Batik Kauman dulunya adalah pemukiman kaum abdi dalem Keraton Kasunanan dengan mempertahankan tradisi dengan cara membatik. Dibandingkan dengan Laweyan, batik Kauman lebih menampilkan motif batik klasik yang didasarkan pada pakem atau standar keraton. Bisa dikatakan motif batik Kauman lebih merepresntasikan motif batik yang dikenakan di Keraton Kasunanan.
Dalam perkembangannya, sampai sekarang Batik Kauman memiliki 3 jenis batik yaitu batik klasik dengan motif pakem (batik tulis) yang menjadi produk unggulan Kampung Batik Kauman, batik cap dan batik kombinasi cap dan tulis.
Terdapat lebih dari 30 industri batik di Kampung Batik Kauman sehingga Anda memiliki banyak pilihan untuk membeli batik Solo di tempat ini. Keunikan yang ditawarkan di Kampung Batik Kauman adalah pengunjung dan penjual batik bisa berinteraksi dan bertransaksi langsung dengan mengunjungi rumah industri batik mereka dan melihat proses produksi batik serta belajar membatik.
Jika Anda tertarik berkeliling ke Kampung Batik Kauman sebaiknya Anda berjalan kaki atau naik becak karena akses jalan di kampung ini berupa gang-gang sempit. Dengan berjalan kaki Anda bisa menikmati bangunan tua dengan gaya arsitektur Jawa-Belanda, rumah joglo dan limasan.
Selain itu, Kota Solo juga memiliki sentra industri Batik di dua daerah terkenal di Solo yaitu Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan. Dua daerah ini memiliki ciri khas batik yaitu Kampung Batik Laweyan motif batiknya cenderung berwarna cerah sedangkan Kampung Batik Kauman motif batiknya cenderung khas Keraton karena Letak yang dekat dengan Keraton Solo sehingga motif batik dipengaruhi oleh Keraton Solo.
Selanjutnya, Solo dikenal sebagai pasar batik terbesar di Asia Tenggara yaitu Batik Pasar Klewer. Banyak juragan batik berada di pasar klewer. Sehingga Pasar Klewer merupakan pasar fashion terbesar yang dimiliki Solo.
Belanja sambil Belajar Membatik.
Di kampung Batik Laweyan maupun Kauman banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang sedang asyik memilih batik atau sedang belajar membuat batik dari sang ahli.
Kampung Batik Laweyan
Saat memasuki kampung Batik Laweyan , nuansa jadul alias jaman dulu sangat kental terasa. Ini bisa dilihat dari bangunan-bangunan kuno berarsitektur Eropa: megah, kokoh, bertembok tinggi, serta memiliki lorong-lorong panjang yang mengular. Menurut sejarah, batik Laweyan ini dipelopori oleh Kyai Ageng Henis yang hidup pada abad ke-16, tepatnya pada masa Kerajaan Pajang.
Kampung Batik Kauman
Kampung Batik Kauman juga menjadi pusat batik tertua di Kota Solo. Berlokasi tidak jauh dari jalan utama Slamet Riyadi dan Jalan Rajiman. Akses menuju Kampung Batik Kauman dapat ditempuh dengan bus Batik Solo Trans (BST) dari Stasiun Balapan. Menurut sejarah Kampung Batik Kauman dulunya adalah pemukiman kaum abdi dalem Keraton Kasunanan dengan mempertahankan tradisi dengan cara membatik. Dibandingkan dengan Laweyan, batik Kauman lebih menampilkan motif batik klasik yang didasarkan pada pakem atau standar keraton. Bisa dikatakan motif batik Kauman lebih merepresntasikan motif batik yang dikenakan di Keraton Kasunanan.
Dalam perkembangannya, sampai sekarang Batik Kauman memiliki 3 jenis batik yaitu batik klasik dengan motif pakem (batik tulis) yang menjadi produk unggulan Kampung Batik Kauman, batik cap dan batik kombinasi cap dan tulis.
Terdapat lebih dari 30 industri batik di Kampung Batik Kauman sehingga Anda memiliki banyak pilihan untuk membeli batik Solo di tempat ini. Keunikan yang ditawarkan di Kampung Batik Kauman adalah pengunjung dan penjual batik bisa berinteraksi dan bertransaksi langsung dengan mengunjungi rumah industri batik mereka dan melihat proses produksi batik serta belajar membatik.
Jika Anda tertarik berkeliling ke Kampung Batik Kauman sebaiknya Anda berjalan kaki atau naik becak karena akses jalan di kampung ini berupa gang-gang sempit. Dengan berjalan kaki Anda bisa menikmati bangunan tua dengan gaya arsitektur Jawa-Belanda, rumah joglo dan limasan.
Post a Comment